Desa Pattaneteang

Mahasiswi KKN Unhas Meneliti Hama dan Penyakit Kopi di Pattaneteang

Pada hari keempat pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Tematik Desa Sejahtera Mandiri Gelombang 102 Unhas, peserta KKN yang berada di Desa Pattaneteang mengadakan pengambilan sampel dari beberapa kebun yang ada di desa Pattaneteang.

Pengambilan sampel ini untuk mengetahui jenis penyakit dan hama yang menyerang tanaman kopi yang ada di desa Pattaneteang agar bisa diketahui upaya pengendalian yang tepat yang dapat dilakukan. Ada lima titik lokasi yang dijadikan sampel dengan ketinggian yang berbeda.

Lokasi A. Di dekat Jembatan Pelangi, Dusun Bungeng, dengan titik ketinggian lokasi 683 mdpl. Kebun ini berisi tanaman kopi Arabica. Indikasi penyakit yang banyak ditemukan di lokasi ini yaitu penyakit karat daun kopi yang disebabkan oleh cendawan Hemelia vastratix di mana gejala yang ditimbulkan yaitu terdapat bintik-bintik berwarna kuning tua yang dipenuhi serbuk berwarna jingga yang berada di sekitar daun.

Penyakit karat daun yang disebabkan oleh cendawan Hemelia vastratix

Ada pula indikasi hama yang ditemukan adalah hama kutu putih Pseudococcus citri Risso di mana hama ini menyerang kumpulan buah dan karangan bunga. Hama ini mengeluarkan cairan yang disenangi semut sehingga menimbulkan cendawan hitam. Pada lokasi ditemukan juga hama bubuk cabang (Xylosandrees morstatii HAC). Hama ini menggerek cabang dan tunas muda.

Penampakan buah kopi yang terserang hama kutu putih Pseudococcus citri Risso

Penyakit dan hama yang menyerang tanaman kopi pada lokasi ini umumnya dipengaruhi oleh faktor lingkungan yaitu kelembaban yang tinggi karena kurangnya penyinaran.

Lokasi B di Batu Massoong, Dusun Bungeng dengan ketinggian 820 mdpl dengan jenis tanaman kopi Arabica. Ada beberapa jenis penyakit dan hama yang terindikasi menyerang tanaman kopi di kebun di antaranya yaitu hawar daun pada tanaman kopi, bercak daun (Cercospora coffeicola), dan karat daun Hemelia vastratix.

Gejala penyakit bercak daun dan hawar daun kopi.

Ditemukan pula Nematoda jenis Pratylenchus coffea yang menyerang tanaman kopi robusta dengan gejala tanaman kerdil, daun dan cabang primer berukuran kecil, daun tua menguning dan mati.

Ada juga penyakit yang disebabkan oleh cendawan akar di mana gejala yang ditimbulkan yaitu daun muda menguning lalu rontok dalam keadaan kering.

Lokasi C di dusun Katabung dengan ketinggian 723 mdpl di mana sampel yang diambil kopi jenis Arabica. Jenis penyakit yang menyerang yaitu hawar daun, bercak dan karat daun. Selain itu ditemukan pula hama bubuk buah kopi (Steptiadoderas hampei Ferr) di mana gejala yang ditimbulkan biji berlubang dan hitam, lama kelamaan biji tersebut hancur. Hama menyerang biji kopi dengan meletakkan telurnya ke dalam biji kopi yang sudah mengeras. Hama ini bisa menurunkan produksi lebih besar dari 50%.

gejala kerusakan oleh hama bubuk buah kopi

Lokasi D di Biring Ere dengan ketinggian 1200 mdpl. Ada pun sampel yang diambil pada lokasi adalah kopi Robusta. Ada beberapa indikasi hama yaitu hama bubuk buah kopi (Steptiadoderas hampei Ferr) dan  hama kutu putih Pseudococcus citri Risso. Ada pula penyakit hawar daun dan karat daun kopi Hemelia vastratix

Lokasi E, Biring Ere, dekat hutan desa dengan ketinggian 1294 mdpl. Di mana lokasi ini adalah hutan desa (pemaanfaatan) yang ditanami dengan tanaman kopi Robusta. Pada lokasi hanya ditemukan gejala karat daun kopi yang disebabkan oleh cendawan Hemelia vastratix.

Tidak banyak identifikasi penyakit yang ditemukan di kebun ini, mungkin karena merupakan kebun campuran di mana tanaman kopi ditumpangsarikan dengan cengkeh.

Berdasarkan temuan dari kelima lokasi di atas, penyakit yang paling banyak menyerang tanaman kopi di Desa Pattaneteang adalah penyakit karat daun kopi yang disebabkan oleh cendawan Hemelia vastratix, hawar daun dan bercak daun (Mycosthaerella coffeicola) pada tanaman kopi.

Sedangkan hama yang paling banyak menyerang yaitu hama bubuk buah kopi yang disebabkan oleh (Steptiadoderas hampei Ferr), hama kutu putih oleh Pseudococcus citri Risso dan hama bubuk cabang oleh Xylosandrees morstatii HAC.

Ada pun pengendalian yang dapat dilakukan oleh petani yaitu memetik buah kopi yang terserang hama, memangkas tanaman yang terserang dan menggunakan bahan pestisida organik. Dapat pula dengan pemberian cendawan Trichoderma sp. sebagai cendawan antagonis untuk mengendalikan penyakit yang menyerang tanaman kopi.

Andi Wiwi Pratiwi, mahasiswi KKN Tematik DSM Unhas

“Trichoderma sp. ini bisa dipakai untuk mengendalikan semua jenis penyakit yang menyerang tanaman kopi” ungkap Andi Wiwi Pratiwi, mahasiswa Fakultas Pertanian Departemen Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan, Universitas Hasanuddin.

Wiwi pun berencana akan mengadakan pelatihan pembuatan pestisida nabati dengan menggunakan bahan utama daun gamal yang banyak tersedia di desa Pattaneteang.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan nantinya petani dapat mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman kopi mereka sehingga bisa meningkatkan hasil produksi kopi di Pattanateang

Admin Pattaneteang

Add comment