Desa Pattaneteang
Kementerian Kehutanan Republik Indonesia (Kemenhut RI) melalui Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan melakukan kunjungan ke Bantaeng.

Kementerian Kehutanan RI Kunjungi Desa Pattaneteang Bantaeng

Kementerian Kehutanan Republik Indonesia (Kemenhut RI) melalui Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan melakukan kunjungan ke Bantaeng. Rombongan dipimpin Kepala Sub Direktorat Bina Komunitas Penyelamatan SDA (Sumber Daya Alam), Umirusyanawati.

Kemenhut meninjau hutan desa yang berada di Daulu, Desa Pattaneteang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng.

“Bantaeng punya komitmen tinggi dalam pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan. Makanya kami ingin jadikan percontohan,” ungkapnya, Minggu (2/9/2018).

Dirinya mengasumsikan bahwa komunitas pemerhati lingkungan dan kelompok tani di Bantaeng bersama-sama dengan pemerintah dalam hal ini Pemerintah Desa Pattaneteang, amat peduli dengan pelestarian hutan.

Kepala Desa Pattaneteang, Lukman Bungdung menyambut baik kunjungan tim Kemenhut RI. Di kediaman Lukman, dipaparkan sejumlah program strategis sebagai upaya pemanfaatan hutan desa pada kawasan perhutanan sosial. 

Salah satunya dengan adanya perkebunan kopi. Bahkan komoditas kopi tidak sekedar dikembangkan untuk dinikmati warga Bantaeng saja. Namun diupayakan sepenuhnya bisa menasional bahkan mendunia dengan produk-produk kopi khas Bantaeng. Salah satunya Green Bean Specialty yang dikembangkan di Daulu, Desa Pattaneteang.

“Kalau tidak ada aral, tanggal 1 Oktober 2018 ada field trip atau lunjungan lapangan ke Bantaeng seluruh peserta pameran kopi internasional dari Makassar. Kita berharap kehadiran mereka dapat memacu pemasaran, penjualan maupun pengembangan kopi serta pengelolaan hutan desa itu sendiri,” bebernya.

Diketahui, pameran dalam rangka Internasional Coffee Day yang dipusatkan di Makassar sedianya dilaksanakan 14-15 Oktober 2018, dimajukan jadwalnya menjadi 29 September hingga 1 Oktober 2018. Field trip ke Bantaeng menjadi rangkaian penutup pameran tersebut.

Pada kesempatan sama, Ketua Balang Institut, Adam Kurniawan selaku NGO mitra Pemerintah Desa Pattaeneteang menyampaikan harapannya.

“Kita ada program untuk menginterasikan pengelolaan kopi, sentra produksi kopi dan sentra penjualan kopi dengan wisata hutan desa. Rencana ini sudah kita presentasikan di hadapan Gubernur terpilih Sulsel, Prof Nurdin Abdullah merespons baik dan sudah mengutus tim ke sini,” ungkapnya.

Dengan wisata terintegrasi ini, kata Adam, pengunjung bisa menginap pada dua homestay yang disiapkan di sekitar hutan desa. Mereka nantinya disuguhi minuman kopi serta menyaksikan endemik langka di antaranya kuskus, beruang Sulawesi, anoa, dan flychatcer Lompobattang atau ficedulla Bonthaina.

Target terbesarnya, kata dia, agar ekonomi masyarakat di sekitar hutan desa dapat semakin meningkat. Selain itu masyarakat dengan sendirinya punya kepedulian untuk terus menjaga kelestarian hutan desa.

sumber: new.rakyatku.com

pattaneteang

Add comment