Desa Pattaneteang

Desa Melawan Corona

Dalam rangka memutus rantai penyebaran virus Corona yang menyebabkan Covid-19, pada 28 Maret 2020 Desa Pattaneteang membentuk Tim Tanggap Covid-19. Tim yang diketuai oleh Kepala Desa Pattaneteang itu telah melaksanakan berbagai kegiatan dalam rangka melawan Corona.

Sebagai upaya desa dalam melawan penyebaran virus Corona, pemerintah desa membentuk satu tim yang terdiri dari semua unsur yang ada di desa. Tim tersebut melakukan berbagai kegiatan antara lain;

Pemeriksaan Suhu Badan dan Penyemprotan Disinfektan bagi para pelintas, baik yang akan masuk atau pun yang akan keluar dari desa. Kegiatan ini diadakan di Jembatan Pelangi Bialo yang merupakan perbatasan desa Pattaneteang dengan Kab. Bulukumba.

Selain penyemprotan disinfektan dan pemeriksaan suhu badan, pemerintah desa juga menyediakan bilik sterilisasi bagi warga yang akan memasuki desa.

Tim Tanggap Covid-19 Desa Pattaneteang juga mengadakan pendataan, pemeriksaan dan penyemprotan disinfektan pada semua warga yang pulang kampung. Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan desa yaitu bidan dan perawat yang terlibat sebagai tim medis dalam Tim Tanggap Covid-19 Desa Pattaneteang.

Tim PKK Pattaneteang juga menginisiasi pembuatan masker kain oleh ibu-ibu warga desa. Masker kain kemudian dibagikan ke warga desa. Selain sebagai upaya penyediaan masker untuk mencegah penyebaran Covid-19, hal ini juga bertujuan untuk menggerakkan roda perekonomian desa.

Salah satu cara menghindari virus Corona adalah dengan sering cuci tangan. Untuk itu, Pemerintah Desa Pattaneteang juga membagikan alat cuci tangan dan sabun untuk seluruh warga yang ada di desa.
“Program cuci tangan ini sebenarnya sudah ada sejak beberapa bulan lalu dalam program PHBS, tapi demi melawan Corona kita jadikan 100% warga memiliki. Makanya kita bagikan alat cuci tangan dan sabun ke seluruh warga” ungkap Lukman, Kepala Desa Pattaneteang.

Pandemi Corona ini menyebabkan aktivitas warga jadi berkurang, termasuk dalam perekonomian. Mata pencaharian warga menjadi terganggu. Untuk mengantisipasi dampak dari berkurangnya pendapatan warga, desa juga melakukan pembagian Sembako Plus. Penentuan penerima program ini melalui data terpadu yang dimiliki oleh Pangkalan Data Desa. Program ini berjalan berkat kerja sama lintas sektor yang menyasar warga di luar pemanfaatan PKH, sembako reguler dan bantuan lainnya, jumlahnya skita 4000 liter beras untuk tahap satu.


Sejak awal April 2020 Pemerintah Desa Pattaneteang juga sudah melakukan pembatasan kegiatan, termasuk kegiatan keagamaan. Dalam masa pandemi ini pemerintah desa telah meminta peniadaan salat jumat berjamaah di masjid. Sebelumnya, pemerintah desa telah melakukan silaturrahim dengan ulama dan tokoh masyarakat guna menyampaikan dan membahas himbauan MUI terkait hal ini.

Di sela kesibukan Pemerintah Desa dan Tim Tanggap Covid-19, kepala desa menerima kunjungan dari Bupati Bantaeng. Kehadiran Bupati ini dalam rangka pemantapan upaya Tim Tanggap Covid-19 dalam terkait penanganan Covid-19 untuk skala desa. Dalam kesempatan ini Bapak Bupati dan Kepala Desa juga mendiskusikan bagaimana peluang usaha kopi Pattaneteang Rainforest Daulu di tengah pandemi Corona ini.


Admin Pattaneteang

Add comment